TerbilangOnline

Cara Menulis Terbilang Nomor Cek dan Bilyet Giro

Mengisi kolom "terbilang" di cek atau bilyet giro (BG) sering jadi titik paling rawan kesalahan — salah satu huruf atau format saja, bank bisa menolak pencairan. Halaman ini menjelaskan aturan penulisannya dan cara cepat mendapatkan terbilang yang benar.

Kenapa Bank Mewajibkan Kolom Terbilang

Cek dan bilyet giro memuat nominal dalam dua bentuk: angka dan huruf. Kalau kedua nilai ini tidak cocok, bank akan menolak pencairan atau memvalidasi ulang ke penerbit cek — sesuai praktik baku perbankan untuk mencegah pemalsuan nominal. Kolom angka jauh lebih mudah diubah (misalnya menambah satu digit nol) dibanding kolom huruf, sehingga huruf menjadi rujukan utama saat terjadi sengketa.

Aturan Penulisan Terbilang di Cek/BG

Contoh Terbilang Nominal Cek

Cara Tercepat Mendapatkan Terbilangnya

Daripada mengeja manual dan berisiko salah hitung, ketik nominalnya di tool terbilang rupiah kami — hasilnya otomatis lengkap dengan kata "rupiah" dan bisa langsung disalin ke kolom cek/BG Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa terbilang di cek harus sama persis dengan nominal angka? +
Karena bank menjadikan kolom huruf sebagai rujukan utama jika terjadi ketidaksesuaian dengan kolom angka — huruf jauh lebih sulit diubah tanpa terlihat dibanding angka.
Apa yang terjadi jika nominal angka dan huruf di cek tidak cocok? +
Bank biasanya menolak pencairan dan meminta penerbit cek mengonfirmasi ulang atau menerbitkan cek baru.
Bolehkah menyingkat kata "rupiah" jadi "Rp" di kolom terbilang? +
Tidak disarankan. Kolom terbilang harus ditulis penuh dalam huruf, termasuk kata "rupiah" di akhir, tanpa singkatan atau simbol mata uang.
Bagaimana kalau saya salah tulis di kolom terbilang cek? +
Sebaiknya jangan dicoret atau di-tip-ex — banyak bank menolak cek dengan koreksi manual. Lebih aman menulis ulang di lembar cek/BG baru.

Butuh Terbilang Rupiah Cepat?

Ketik nominalnya, hasil terbilang siap salin ke kolom cek/BG Anda.

Buka Tool Terbilang Rupiah →