Cara Menulis Terbilang Nomor Cek dan Bilyet Giro
Mengisi kolom "terbilang" di cek atau bilyet giro (BG) sering jadi titik paling rawan kesalahan — salah satu huruf atau format saja, bank bisa menolak pencairan. Halaman ini menjelaskan aturan penulisannya dan cara cepat mendapatkan terbilang yang benar.
Kenapa Bank Mewajibkan Kolom Terbilang
Cek dan bilyet giro memuat nominal dalam dua bentuk: angka dan huruf. Kalau kedua nilai ini tidak cocok, bank akan menolak pencairan atau memvalidasi ulang ke penerbit cek — sesuai praktik baku perbankan untuk mencegah pemalsuan nominal. Kolom angka jauh lebih mudah diubah (misalnya menambah satu digit nol) dibanding kolom huruf, sehingga huruf menjadi rujukan utama saat terjadi sengketa.
Aturan Penulisan Terbilang di Cek/BG
- Mulai dari ujung kiri kolom — tanpa spasi kosong di awal, supaya tidak ada ruang untuk menyisipkan kata lain
- Tutup dengan garis — setelah kata terakhir, tarik garis lurus mengisi sisa kolom yang kosong
- Akhiri dengan kata "rupiah" — jangan disingkat atau dihilangkan
- Tulis tangan dengan jelas — hindari coretan atau tip-ex; kalau salah, sebaiknya ganti lembar cek/BG baru
- Pastikan cocok dengan nominal angka — termasuk titik/koma ribuan pada kolom angka harus sesuai dengan yang dieja di kolom huruf
Contoh Terbilang Nominal Cek
- Rp 5.000.000 → lima juta rupiah
- Rp 12.750.000 → dua belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah
- Rp 250.000.000 → dua ratus lima puluh juta rupiah
Cara Tercepat Mendapatkan Terbilangnya
Daripada mengeja manual dan berisiko salah hitung, ketik nominalnya di tool terbilang rupiah kami — hasilnya otomatis lengkap dengan kata "rupiah" dan bisa langsung disalin ke kolom cek/BG Anda.